Senin, 03 Agustus 2015

Ekonomi Islam Menjawab 3 Masalah Ekonomi Konvensional

Dalam melakukan, menganalisa dan mengevaluasi semua bentuk kegiatan ekonomi kita selalu dihadapkan degan 3 pertanyaan dasar. Apa yang harus diproduksi, bagaimana cara memproduksi dan untuk siapa produk ini dibuat? Pertanyaan ini sangat banyak kita temui dalam buku-buku ekonomi di SLTA hingga bangku kuliah. Perspektif yang digunakan rata-rata masih berdasarkan pemahaman barat yang budayanya jelas berbeda. Lalu bagaimana ekonomi Islam menjawab 3 pertanyaan dasar diatas, mari kita membahasnya satu persatu:

Pertanyaaan pertama: apa yang harus diproduksi?

Diabad modern ini, saat informasi simpang siur masuk ke pikiran kita, ada sebuah istilah tak asing bagi telinga kita yaitu pembeli adalah raja. Ungkapan itu adalah simbol yang mewakili bahwa semua keinginan pembeli mutlak harus dipenuhi. Baik dari jasa pelayanan, kualitas barang yang diproduksi, hingga aspek distribusi. Namun dengan syarat pembeli harus mau membeli barang sesuai dengan harga yang dipatok penjual. Sikap seperti ini diharapkan mampu mendatangkan keuntungan yang besar bagi penjual, dan keinginan yang terpuaskan dari sisi pembeli. Hal ini tentu hanya dapat diketahui ketika para penjual dan pembeli berinterakasi dalam suatu tempat yang disebut pasar.